BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Perkembangan dan
kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat pesat, menuntut berbagai
pihak untuk terus menyesuaikan diri. Di bidang Konseling juga tidak luput dari
hal itu. Terutama untuk meningkatkan kualitasdan memajukan konsep-konsep
pembelajaran di sekolah maupun perguruan tinggi.
Dengan munculnya
teknologi komputer, setiap individu dapat memanfaatkannya, terutama dalam dunia
Konseling. Konselor dapat menggunakan teknologi komputer dalam membantu
konseli. Pelayanan konseling dapat memanfaatkan teknologi informasi sebagai
sarana penunjang program pelaksanaan Bimbingan dan Konseling. Apabila seorang
konselor tidak mengikuti perkembangan teknologi, konselor akan selalu terbelakang
dan tidak praktis dalam melaksanakan pekerjaannya.
Dalam
memperbaiki kinerjanya, konselor mulai menggunakan media-media dalam teknologi komputer
mampu menunjang kebutuhan para konseli.seperti kita ketahui bahwa tidak semua
konseli memiliki cukup banyak waktu yang intens untuk melakukan kegiatan atau
proses konseli, sehingga pelayanan Bimbingan dan Konseling berbasis teknologi
komputer sangat diharapkan mampu memfasilitasi para konselor.
1.2
Rumusan Masalah
- Apa
pengertian dari SMS?
- Apa
pengertian dari MMS?
- Bagaimana
pemanfaatan program SMS dan MMS
dalam konseling?
- Bagaimana
peraturan dalam konseling via SMS?
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Short Message Service (SMS)
Menurut Wahana Komputer (2005 : 7) Short Message Service yang
lebih dikenal dengan sebutan SMS merupakan
sebuah teknologi yang memungkinkan untuk
menerima maupun mengirimkan
pesan antar telepon bergerak (ponsel). Teknologi
ini diperkenalkan pada tahun 1992 di Eropa oleh European Telecommunication Standards Institute (ETSI),
dan pada awalnya menjadi suatu standar
untuk telepon wireless yang berbasis Global System for Mobile Telecommunications (GSM).
Namun teknologi lain seperti Code Division Multiple Acces (CDMA) juga memasukkan SMS
sebagai fitur standart mereka.
Sebagaimana namanya, SMS yang berarti layanan pesan
pendek, maka besar data yang dapat ditampung oleh SMS ini sangatlah
terbatas. Untuk satu SMS yang dikirimkan,
hanya dapat menampung
paling banyak sebesar 140 bytes atau
sekitar 1120 bites. Bila diubah kedalam bentuk karakter, maka untuk satu SMS hanya dapat berisi paling banyak
160 karakter untuk karakter latin,
dan 70 karakter untuk
karakter non-latin seperti Cina maupun Jepang.
Telepon seluler yang dapat mengirimkan SMS lebih dari 160
karakter pada dasarnya bukan berarti SMS mempunyai batasan
menjadi lebih dari 160 karakter.
Namun, ketika ponsel mengirimkan SMS yang memiliki karakter lebih dari 160 karakter, ponsel akan
memecahnya menjadi
beberapa SMS kecil yang tidak
lebih dari 160 karakter, kemudian ponsel penerima akan menggabung
SMS-SMS tersebut
menjadi SMS utuh.
Beberapa alasan penggunaan SMS antara lain:
- SMS dapat dibaca maupun dikirimkan
kapanpun dan dimanapun kita berada.
- SMS dapat dikirimkan meskipun
nomer tujuan yang kita tuju sedang tidak
aktif. Hal ini disebabkan SMS mempunyai masa tunggu, selama
masa tunggu
belum habis, SMS akan tetap terkirim meskipun terlambat.
- SMS adalah layanan yang sudah
pasti ada pada setiap ponsel. Hal ini karena
SMS adalah suatu standar untuk tiap ponsel, apalagi yang
berbasis GSM, jadi
merk dan tipe ponsel yang digunakan pasti dapat menerima dan
mengirim SMS.
- SMS tidak dapat ditolak oleh
penerima. Sampai saat ini belum ada suatu cara
khusus
dalam ponsel yang dapat menolak SMS dari nomor tertentu.
2.2 Pengertian Multimedia Messaging Service (MMS)
MMS adalah singkatan dari
Multimedia Messaging Service. MMS ini sebenarnya adalah hasil pengembangan dari
SMS (Short Messaging Service). Pada kenyataannnya, MMS memang dapat digunakan
sebagai pengganti SMS.
MMS merupakan inovasi
kemajuan teknologi telekomunikasi saat ini. Pengiriman pesan MMS adalah salah
satu dari aplikasi telekomunikasi generasi 2.5 (2,5 G) yang dirancang untuk jembatan
menuju telekomu nikasi generasi ketiga (3G). Pada MMS ini isi pesan sudah
berbentuk multimedia. Adapun yang dimaksud dengan Multimedia disini adalah
kombinasi teks, foto, bahkan bukan tidak
mungkin dalam pengembangannya animasi dan video akan dapat dikirimkan melalui
MMS.
2.3 Pemanfaatan program SMS dan MMS dalam
konseling
Teknologi telah berkembang
sangat pesat hingga sekarang. Teknologi diciptakan manusia karena dorongan akan
hidup lebih baik, sehingga teknologi dapat membantu manusia dalam hal pekerjaan
(Aingindra, 2014). Dengan kemajuan teknologi, masyarakat di Indonesia sering
mengakses internet untuk berkomunikasi dan bergaul melalui media social. Saat
ini, berbagai teknologi telah dikembangkan di berbagai hal salah satunya untuk
menunjang keprofesionalitas konselor.
Menurut Triyanto (2006)
dalam Frans Richard Kodong : 1, pemanfaatan TI dalam berbagai kesempatan
layanan bimbingan dan konseling, pada umumnya menggunakan dua metode yaitu:
a.
Online
Kata online diartikan
adalah sebagai komputer atau perangkat yang terhubung ke jaringan (seperti
Internet) dan siap untuk digunakan (atau digunakan oleh) komputer atau
perangkat lain. Dengan kata lain, online juga mengandung arti hubungan
telekomunikasi peer to peer yang membuat dua manusia terhubung. E-counseling
adalah istilah yang lazim digunakan untuk menggambarkan proses konseling secara
online. Layanan ini merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan oleh
konselor dalam mengurangi masalah yang dihadapi oleh klien. Seiring dengan
berkembangnya teknologi informasi, hal Ini merupakan tantangan bagi konselor,
sehingga konselor secara otomatis dituntut untuk berpartisipasi dan
menguasainya, kondisi ini memungkin pelaksanaan konseling tidak hanya dilakukan
tatap muka di ruang tertutup, tetapi dapat dilakukan melalui format jarak jauh.
Beberapa cara yang bisa
digunakan antara lain adalah:
·
Web Blog sebagai penyedia informasi
bagi peserta didik tentang segala hal yang dibutuhkan dalam mengembangkan
dirinya.
·
Chatting, metode ini biasanya
digunakan untuk konseling jarak jauh yang memerlukan penanganan segera namun
terhalang jarak dan waktu.
·
E-mail, surat elektronik sekarang menjadi
trend karena media yang dianggap cepat dan terjaga privasinya untuk
menyampaikan aspirasi maupun curahan hati kepada konselor.
·
Short Message Service (SMS), adalah media yang
paling digemari karena semakin terjangkaunya perangkat yang dibutuhkan guna
tersampaikannya pesan yang dingin disampaikan dari siswa pada konselor maupun
sebaliknya.
·
Telephone, sama
seperti chatting media ini juga sering digunakan sebagai media konseling secara
langsung terutama dengan mulai adanya teknologi video call yang dapat
menampilkan ekspresi wajah siswa dalam konseling.
Beberapa
metode diatas dapat dijalankan jika tersedia perangkat berupa HP/ Telepone, PC
(Personal Computer), laptop modem dan beberapa sarana pendukung yang
lain seperti koneksi internet dan handphone.
b.
Offline
Penggunaan teknologi dalam
layanan bimbingan dan konseling dengan mode offline (tidak tersambung dengan
ineternet maupun media komunikasi jarak jauh yang lain) lebih pada pemanfaatan
komputer sebagai media pengolah data serta alat bantu dalam layanan bimbingan
dan konseling misalnya dengan menggunakan beberapa program komputer seperti
microsoft power point, video player dan beberapa media interkatif lain dalam
melayani siswa. Selain itu, beberapa program pengolah data seperti microsoft
excel dan microsoft access serta visual basic kini tersedia terutama dalam
membantu konselor dalam menampilkan layanan yang prima terhadap peserta didik.
Menurut Handarini (2006)
dalam Agus Triyanto : 2, menyatakan bahwa teknologi dan internet dapat
diterapkan dalam layanan bimbingan konseling, yaitu : 1) layanan appraisal, 2)
layanan informasi, 3) layanan Konseling, 4) layanan konsultasi, 5) layanan
perencanaan, penempatan dan tindak lanjut dan 6) layanan evaluasi.
1)
Pada layanan appraisal yang
merupakan kegiatan BK yang berupa pengumpulan, analisa, dan pengumpulan data
personal, psikologis, sosial siswa; yang berguna untuk memahami siswa dan
membantu siswa memahami dirinya sendiri. Teknologi yang dapat diterapkan pada
teknik testing dan non testing menggunakan computer dan internet.
2) Layanan informasi yang merupakan
kegiatan BK yang
bertujuan untuk memberikan informasi kepada siswa, dan mengembangkan
keterampilan siswa bagaimana mencari informasi (personal-sosial, karier,
pendidikan). Teknologi yang dapat diterakan yaitu self-initiated information
searching dengan menggunakan internet.
3) Layanan konseling yang merupakan
kegiatan layanan yang bertujuan untuk memfasilitasi self-understanding dan
self-development, yang dilakukan dengan cara “dyadic relationship” atau small
group relationship. Fokus kegiatan ini adalah personal development dan
decision making. Teknologi yang dapat diterapkan adalah cybercounseling.
4)
Layanan konsultasi yaitu layanan
bantuan yang diberikan kepada guru, administrator sekolah, dan orang tua untuk
memahami siswa atau anak. Teknologi yang dapat diterapkan yaitu cyber
consultation.
5) Layanan perencanaan, penempatan dan
tindak lanjut yaitu layanan BK yan bertujuan untuk membantu siswa memilih dan
menggunakan kesempatan pendidikan dan pekerjaan yang ada. Teknologi yang
dapat diterapkan yaitu computerized self information dan internet.
6) Layanan evaluasi merupakan kegiatan layanan BK
yang bertujuan untuk mengevaluasi keefektifan program. Teknologi yang dapat
diterapkan yaitu computerized-data collection, computerized assessment, dan
internet.
2.4
Peraturan Dalam Konseling Via SMS
Ada konselor yang memberi layanan
melalui via SMS. Dan ada beberapa peraturan dalam konseling via SMS :
·
Bila menerima
SMS segera balas, jika terjadi penundaan ucapkan permintaan maaf.
·
Balas SMS dengan
kalimat yang formal.
·
Dahului dengan
sapaan yang sopan, misal : Bapak atau Ibu
·
Jika
menggunakan singkatan, gunakan singkatan yang umum dan mudah dimengerti.
·
Akhiri SMS
dengan nama anda dan nama instansi tempat anda bekerja. Hal ini akan kelihatan
lebih resmi dan akan memudahkan mitra kerja anda untuk mengenali SMS anda,
karena bisa jadi orang yang anda SMS tidak menyimpan nomor anda.
·
Jika SMS kita
salah kirim, segera kirim SMS yang berisi permintaan maaf karena salah kirim.
·
Jika SMS
penting yang anda kirim tidak mendapat balasan, konfirmasikan lagi melalui
telepon.
·
Jangan memakai
huruf besar semua karena itu menandakan
kemarahan.
·
Ucapkan terima
kasih pada akhir SMS.
·
Jika
mengirim/menerima SMS yang penting, jangan langsung dihapus sampai urusan yang
dimaksud sudah selesai.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Menurut
Wahana Komputer (2005 : 7) Short Message Service yang lebih dikenal dengan sebutan
SMS merupakan sebuah teknologi yang memungkinkan untuk menerima maupun mengirimkan pesan
antar telepon bergerak (ponsel). MMS adalah singkatan dari Multimedia
Messaging Service. MMS ini sebenarnya adalah hasil pengembangan dari SMS (Short
Messaging Service). Pada kenyataannnya, MMS memang dapat digunakan sebagai
pengganti SMS.
Teknologi
telah berkembang sangat pesat hingga sekarang. Teknologi diciptakan manusia
karena dorongan akan hidup lebih baik, sehingga teknologi dapat membantu
manusia dalam hal pekerjaan (Aingindra, 2014). Dengan kemajuan teknologi,
masyarakat di Indonesia sering mengakses internet untuk berkomunikasi dan
bergaul melalui media social. Saat ini, berbagai teknologi telah dikembangkan
di berbagai hal salah satunya untuk menunjang keprofesionalitas konselor. Salah
satu cara yang bisa digunakan adalah Short Message Service (SMS), adalah media yang
paling digemari karena semakin terjangkaunya perangkat yang dibutuhkan guna
tersampaikannya pesan yang dingin disampaikan dari siswa pada konselor maupun
sebaliknya.
DAFTAR PUSTAKA
makaseh kak amirah dah membantu,
ReplyDelete